![]() |
| Sumber: Seorang petugas Palang Merah Indonesia (PMI) saat menyemprotkan cairan disinfektan di bagian luar gedung Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Rencananya pemerintah akan menggunakan Wisma Atlet Kemayoran sebagai tempat isolasi para pasien yang terpapar virus Corona atau Covid-19. Penggunaan gedung tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah menyiapkan infrastruktur pendukung untuk menangani masyarakat yang terinfeksi virus. | AKURAT.CO/Sopian |
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono menjabarkan bahwa per hari ini, Rabu (15/4/2020) Jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, telah berkurang.
Sesuai dengan status bencana nasional yang ditetapkan Presiden Joko Widodo, data ODP dan PDP akan dijabarkan ke publik sehingga laporan jumlah mereka terus diinformasikan ke publik.
"Pasien PDP berkurang 16 orang, semula 132 orang menjadi 116 orang. Pasien ODP berkurang 8 orang, semula 29 orang menjadi 21 orang," ujar Yudo dalam pesan singkatnya kepada awak media, Rabu (15/4/2020).
Yudo menjabarkan, pengurangan jumlah ODP dan PDP itu berdasarkan hasil swab test dilakukan tim medis terhadap para pasien di RSD Wisma Atlet.
"Ada yang berubah jadi covid dan ada juga yang pulang unit isolasi mandiri setelah hasil swab negatif," tuturnya.
Sementara, untuk Jumlah Pasien rawat inap dan positif COVID-19 di RSD Wisma Atlet, kata Yudo, terdapat penambahan.
"Pasien rawat inap bertambah 19 orang, semula 542 orang menjadi 561 orang. Pasien covid bertambah 43 orang semula 381 orang menjadi 424 orang," tukas Yudo.
Sumber: Akurat.co

Komentar
Posting Komentar