Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Ditengah Tingginya Penyebaran Covid-19, Sejumlah Negara Ini Malah Longgarkan Lockdown

Sumber:  Warga di Wuhan, China, yang telah kembali beraktivitas setelah masa lockdown selama 76 hari berakhir | APNEWS.COM Sejak muncul pada akhir Desember lalu, Virus Corona (COVID-19) telah merenggut lebih dari 126 ribu nyawa dan menjangkiti lebih dari dua juta orang di seluruh dunia. Pandemi ini juga membuat dunia mengalami resesi ekonomi yang hebat karena lebih dari separuh dunia berjongkok di rumah. Ketika negara-negara mencapai tahap yang berbeda dari kurva Virus Corona, perdebatan berkecamuk tentang apakah untuk kembali ke kehidupan normal dan mungkin berisiko gelombang kedua pandemi. Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan kepada 1,3 miliar warganya bahwa lockdown di India tetap berlaku setidaknya sampai 3 Mei dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memperpanjang langkah ketatnya sampai 11 Mei. Di sisi lain, Macron mengatakan bahwa situasi sudah mulai stabil. Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan kepada warganya bahwa mereka harus bertahan sedikit leb...

Trump Hentikan Pendanaan Untuk WHO

Sumber:  Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali melontarkan klaim menyesatkan terkait virus corona | ABC News Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Selasa (14/4/2020) memerintahkan untuk menghentikan Pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas penanganan pandemi virus Corona. Sementara pemerintahannya meninjau penanganannya terhadap krisis global itu. Trump, pada konferensi pers Gedung Putih, mengatakan, WHO telah "gagal dalam tugas dasarnya dan harus bertanggung jawab." Dia mengatakan WHO telah menyampaikan "disinformasi" tentang virus dari China yang kemungkinan mengarah pada penyebaran virus yang lebih luas, daripada yang seharusnya terjadi. Trump menuduh WHO terlalu lunak dengan China pada masa-masa awal pandemi itu yang menyebabkan kematian yang tidak perlu, dengan gagal memberlakukan larangan perjalanan ke China. "WHO gagal dalam tugas dasar ini dan harus bertanggung jawab," kata Trump. Amerika Serikat adala...

Menghentikan Operasional KRL di Tengah Pandemi Diungkap Luhut Sangat Sulit Untuk Dilakukan

Sumber:  Warga berada di dalam commuter line di stasiun Depok Baru, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pemberlakuan PSBB di kawasan tersebut membuat sejumlah stasiun di kota Depok mengalami penurunan jumlah penumpang. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut penghentian operasional KRL Commuter Line sebagaimana permintaan kepala daerah tidak semudah membalikkan tangan. Kepala daerah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) mengusulkan agar operasional Kereta Rel listrik (KRL) dihentikan sementara selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan di daerah tersebut selama 14 hari. "Kalau soal mau menutup KRL, kita lihat kan enggak kayak membalikkan tangan," kata Luhut yang juga menjabat sebagai Menteri Perhubungan Ad Interim dalam jumpa pers melalui konferensi video di Jakarta, Selasa malam. Menurut Luhut, penghentian operasional KRL juga diharapkan tidak mengganggu arus kebutuhan logistik yang...

Pasien PDP dan ODP Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kini Terus Berkurang

Sumber: Seorang petugas Palang Merah Indonesia (PMI) saat menyemprotkan cairan disinfektan di bagian luar gedung Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Rencananya pemerintah akan menggunakan Wisma Atlet Kemayoran sebagai tempat isolasi para pasien yang terpapar virus Corona atau Covid-19. Penggunaan gedung tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah menyiapkan infrastruktur pendukung untuk menangani masyarakat yang terinfeksi virus. | AKURAT.CO/Sopian Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono menjabarkan bahwa per hari ini, Rabu (15/4/2020) Jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, telah berkurang. Sesuai dengan status bencana nasional yang ditetapkan Presiden Joko Widodo, data ODP dan PDP akan dijabarkan ke publik sehingga laporan jumlah mereka terus diinformasikan ke publik. "Pasien PDP berkurang 16 orang, semula 132 orang menjadi 116 ...