![]() |
| Sumber Gambar: Google.com |
Akibat meningkatnya jumlah penderita virus Corona, beberapa rumah sakit di China dilaporkan kekurangan alat-alat medis.
"Kami sudah kehabisan pakaian pelindung beberapa hari yang lalu, dan sekarang kami menggunakan jas hujan sekali pakai untuk memberikan perlindungan minimum," kata seorang dokter di rumah sakit Xiaogan First People di Hubei yang tidak disebutkan namanya, dilansir dari laman Aljazeera, Rabu (29/1).
Berdasarkan data BBC, jumlah kasus virus Corona yang terkonfirmasi hampir mencapai 6.000 dimana angka kematian yang mencapai 132 jiwa. Bahkan karena merebaknya virus ini, membuat banyak dokter dan perawat yang menanganinya menjadi sangat kewalahan.
"Tolong bantu kami menyebarkan berita. Kami tidak tahu berapa lama kami bisa bertahan," tambahnya.
Rumah sakit di kota Xiaogan, Jingzhou, dan Huanggang mengatakan bahwa mereka kekurangan masker medis, kacamata, sarung tangan, dan pakaian pelindung. Di Xiaogan, beberapa dokter dan perawat mengatakan mereka berjuang melawan virus mematikan tanpa alat pelindung yang efektif.
"Saya tidak bisa pergi dan ke kamar mandi karena setiap kali saya pergi, saya harus mengganti pakaian pelindung dan saya menyebut diri saya beruntung bahwa saya sudah memakai yang ini," kata Lu, seorang dokter di Jingzhou Central Hospital.
Dokter dari Xiaogan First People's Hospital juga mengatakan, beberapa rekannya harus merobek kantong plastik transparan untuk menutupi kepala mereka karena tidak ada lagi persediaan kacamata pelindung medis. Dan yang terparah ialah mereka harus menangani dirinya dengan mengisolasi diri dirumah.
"Jika Anda mati sendirian di rumah, maka Anda tidak akan tercatat dan tidak ada yang akan tahu bahwa Anda meninggal akibat Virus Corona," kata seorang pasien dalam wawancara dengan media lokal.
Xiaogan sendiri terletak sekitar 73 km di sebelah barat laut Wuhan, ibu kota provinsi Hubei, yang merupakan lokasi bermulanya wabah Virus Corona.
Bahkan di Wuhan, di mana persediaan sedang dikirim dan rumah sakit darurat sedang dibangun, dokter mengatakan mereka kekurangan sumber daya dan kekurangan rumah sakit yang untuk merawat pasien Virus Corona.
Sumber: Akurat.co

Komentar
Posting Komentar