| Sumber Gambar: Google.com |
Pengembangan Vaksin dari Virus Corona kini terus dilakukan oleh Para ilmuwan di Amerika Serikat. Dimana mereka bekerja sangat cepat dalam mengerjakan Vaksin koronavirus dengan dana dari Koalisi untuk Kesiapsiagaan Inovasi Epidemi (CEPI).
Seperti yang dikatakan oleh BBC, kemitraan global yang diluncurkan di Forum Ekonomi Dunia Davos pada 2017 itu turut membantu 5.974 penderita terkonfirmasi, 9.239 jumlah kasus yang masih diduga, dan 132 kasus kematian akibat virus.
Tak hanya para ilmuan Amerika Serikat saja, Perusahaan farmasi Inovio yang berkantor pusat di Pennsylvania dan Universitas Queensland juga tengah mengerjakan Vaksin untuk MERS -CoV, jenis lain dari coronavirus, dan flu, yang menimbulkan risiko lebih besar bagi orang Amerika daripada coronavirus baru.
Sementara itu perusahaan bioteknologi Moderna bermitra dengan Institut Kesehatan Nasional (NIH) Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) bekerja membuat Vaksin untuk Virus Corona baru yang saat ini mewabah.
"Niat kami dalam pengerjaan Vaksin ini adalah untuk meningkatkan pekerjaan kami pada Virus Corona MERS dan sebagai platform respon cepat untuk mempercepat pengembangan Vaksin. Tidak ada jaminan keberhasilan, tetapi kami berharap pekerjaan ini dapat memberikan langkah maju yang signifikan dan penting dalam mengembangkan Vaksin untuk penyakit ini," kata CEO CEPI dalam sebuah pernyataan pada 23 Januari, dilansir dari laman The Hill, Rabu (29/1).
Direktur NIAID Anthony Fauci mengatakan mereka berharap untuk memulai melakukan pengujian kepada manusia dalam tiga bulan. Vaksin saat ini sedang dikembangkan di kantor pusat mereka di Bethesda, Maryland.
Pada 27 Januari Departemen Kesehatan Maryland melaporkan bahwa seorang penduduk negara bagian sedang diuji menggunakan Vaksin ini.
Sumber: Akurat.co
Komentar
Posting Komentar