Langsung ke konten utama

Misbakhun : Perihal LC Itu Bukan LC Fiktif Tapi Hanya Gagal Bayar

Image result for kassu L/C misbakhun

Mantan Politisi PKS, Mukhammad Misbakhun tercatat sebagai pengendali PT Selalang Prima Internasional. Perusahaan yang dulu sempat diindikasikan terbelit LC fiktif yang pernah menjadi sorotan. Atas indikasi itu, kasus Misbakhun menjadi mencuat dan Misbakhun mendapat tuduhan akan Misbakhun korupsi.

Bagaimana kisah kasus Misbakhun dan PT Selalang Prima? Dalam dokumen yang beredar, Minggu (28\/2\/2010), penguasaan perusahaan oleh Misbakhun itu bermula pada Oktober 2007. Misbakhun membeli saham dari Teguh Boentoro sebanyak 2.475 lembar saham, dengan nilai 1 lembar Rp 100 ribu.

Misbakhun kemudian duduk di PT Selalang sebagai Komisaris. Sedang Teguh yang disebut-sebut juga merupakan kawan dekat Misbakhun, berdasarkan dokumen kemudian membuat perusahaan baru yang ternyata juga mendapat fasilitas LC dari Bank Century.

Setelah memegang kendali atas perusahaan tersebut, pada 19 November 2007 munculah soal penerbitan LC dari Bank Century ini. Saat itu PT Selalang memperoleh fasilitas LC sebesar US$ 22,5 juta, untuk membeli Bintulu Condensate dari Grain and Industrial Product Trading. PT Selalang dengan menjaminkan deposito di Century sebesar US$ 4,5 juta.

Sumber detikcom membisikkan keanehan soal kasus Misbakhun korupsi LC ini tampak dari surat kuasa dan surat gadai deposito berjangka yang dibuat PT Selalang atas LC itu yakni pada 22 November 2007.

"Padahal persetujuan LC untuk Selalang dibuat pada 19 November 2007, semestinya surat gadai itu dibuat sebelum 19 November 2007," terang sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Ditengarai, PT Selalang ini hanya merupakan salah satu perusahaan yang menjadi mainan Robert Tantular untuk menggasak uang milik Century. Apa dasarnya? Dalam dokumen itu disebutkan, dana deposito 10 perusahaan yang diindikasikan mendapat LC Fiktif, termasuk PT Selalang, dana deposito jaminannya berasal dari orang yang sama. Yakni dana dari rekening milik J dan TS.

Memang berdasarkan data BI, PT Selalang masuk dalam 10 perusahaan yang diindikasikan terkait LC fiktif. Perusahaan-perusahaan itu yakni PT Polymer Spectrum, PT Trio Irama, PT Selalang Prima Internasional, PT Petrobas Indonesia, PT Sinar Central Sandang, PT Citra Senantiasa Abadi.

Dan 4 perusahaan lainnya yang sudah disidik Polri yakni PT Dwi Putra Mandiri, PT Damar Kristal Mas, PT Sakti Persada Raya, dan PT Energy Quantum.

Perihal kasus Misbakhun korupsi LC ini Misbakhun hanya menegaskan bila itu bukan LC fiktif tapi hanya gagal bayar. Hal senada juga disampaikan politisi PKS lainnya Mahfudz Siddiq.

Menurut Misbakhun, dengan adanya kasus Misbakhun ini ia mendapat banyak pelajaran berharga akan kerasnya dunia politik indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Datang Sebagai Sahabat, Xanana Bertemu SBY Di Singapura

Sumber: detikNews Berita kali ini datang dari mantan PM Timor Leste Xanana Gusmao yang menjenguk istri dari Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, di rumah sakit di Singapura. Bahkan Sekertaris Jendaral Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menuliskan jika Xanana Gusmao datang menjenguk sebagai sahabat. Hal itu terlihat dari postingan dalam akun twitter pribadi milik Hinca Pandjaitan. Xanana Gusmao, PM Timor Leste yg pernah menangis saat menerima Bintang Adipurna dari Presiden SBY 2014 lalu. Hari ini beliau datang, sebagai sahabat, ia sampaikan doa untuk ibu Ani agar segera sehat. Gracias🙏 pic.twitter.com/YzpLAsCyfB — HincaPandjaitanXIII (@hincapandjaitan) 24 Februari 2019 Bahkan Xanana Gusmao juga berdoa untuk kesembuhan Ani Yudhoyono agar dapat pulih dan sehat kembali. Sementara itu, selaku Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief juga telah membagikan beberapa potret saat Xanana Gusmao bertemu SBY dan AHY....

Ditengah Tingginya Penyebaran Covid-19, Sejumlah Negara Ini Malah Longgarkan Lockdown

Sumber:  Warga di Wuhan, China, yang telah kembali beraktivitas setelah masa lockdown selama 76 hari berakhir | APNEWS.COM Sejak muncul pada akhir Desember lalu, Virus Corona (COVID-19) telah merenggut lebih dari 126 ribu nyawa dan menjangkiti lebih dari dua juta orang di seluruh dunia. Pandemi ini juga membuat dunia mengalami resesi ekonomi yang hebat karena lebih dari separuh dunia berjongkok di rumah. Ketika negara-negara mencapai tahap yang berbeda dari kurva Virus Corona, perdebatan berkecamuk tentang apakah untuk kembali ke kehidupan normal dan mungkin berisiko gelombang kedua pandemi. Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan kepada 1,3 miliar warganya bahwa lockdown di India tetap berlaku setidaknya sampai 3 Mei dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memperpanjang langkah ketatnya sampai 11 Mei. Di sisi lain, Macron mengatakan bahwa situasi sudah mulai stabil. Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan kepada warganya bahwa mereka harus bertahan sedikit leb...

Dalam Uji Coba Keenam, Timnas U-19 Kembali Mengalami Kekalahan di Thailand

Sumnber Gambar: Sejumlah pesepak bola mengikuti seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pesepak bola hadir mengikuti seleksi pemain Timnas U-19 yang kemudian akan dipilih 30 nama untuk mengikuti pemusatan latihan di Thailand. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A Sudah melakukan lima kali laga uji coba, kini Timnas Indonesia U-19 kembali dikalahkan dalam uji coba keenamnya. Dilansir dari laman Ayosemarang, uji coba keenam Timnas Indonesia melawan Bucheon FC 1995 ini menjadi penutup pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 yang dilaksanakan di di Thailand, Jumat (31/1/2020). Dalam uji coba yang pertama, Timnas U-19 kalah 0-2 dari Kyung Hee University. Lalu yang kedua, kembali kalah 0-4 dari Seongnam FC. Dan kemudian, Timnas U-19 kembali dibantai habis-habisan oleh Busan IPark dengan 1-5. Dalam pertandingan keempat, Timnas Indonesia U-19 kembali mengalami kekalahan melawan Seongnam FC. Hasilnya...